Merindu Hawamu…
Begitu aku menyadari aku telah berada di
perantauan ini
Lidah terasa kelu untuk berujar pada langit
Sungguh aku merindu hawamu
Rindu itu masih terasa
Gumpalan gumpalan itu terasa teriris dengan
rapi
Tersimpan di pelupuk mata dan nadi
Takkan bisa
berpaling darimu
Kedamaian serta keelokkan setiap embunmu
Mampu
menghipnotisku untuk tetap disini
Gemericik kesegaran mengobati setiap helaan nafas
Wangi rerumputan seakan menggoda
Untuk tetap berpijak di tanah ini
Batam, 17 Oktober 2016
